Rabu, 13 Agustus 2014

Keunggulan Jurusan Peternakan

Dunia peternakan sejatinya menawarkan peluang usaha yang sangat besar di pasaran. Buktinya, semakin banyak perusahaan mengaku kekurangan sarjana tenaga ahli peternakan akibat sedikitnya minat mahasiswa mempelajari peternakan. Hal ini sangat disayangkan karena peluang itu tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan.
Ketua Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, drh. Imbang Dwi R. M.Kes, mengatakan hal itu merupakan kelebihan bagi mahasiswa FPP saat ini. Sarjana peternakan menjadi rebutan di pasar kerja karena pasar lebih besar daripada lulusan. Meski demikian, jurusan peternakan UMM tidak boleh lengah karena harus tetap menjaga kualitas lulusannya agar memuaskan pengguna lulusannya.
“UMM sendiri masih belum bisa sepenuhnya memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan jumlah mahasiswa. Padahal kepercayaan perusahaan pada FPP UMM sangat luar biasa,” tambah Imbang. Diakuinya, sejak jauh hari sebelum lulus, banyak perusahaan memesan sarjana peternakan UMM.
Saat ini FPP UMM masih melanjutkan kerjasama rekruitmen sarjana dengan PT. Wonokoyo Jaya Corpindo. Kali ini adalah periode keempat kerjasama di antara dua lembaga ini sejak 1992. Tak hanya merekrut lulusan, Wonokoyo juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa tingkat akhir sebesar Rp. 750 ribu tiap bulan. Hal ini terungkap pada pemantapan kerjasama yang dibarengi dengan kuliah tamu yang berlangsung, Jumat (14/01). Kuliah tamu menghadirkan pimpinan Human Resource Department (HRD) di Wonokoyo, drh. Heri Kurniawan.
            Heri mengatakan, masih banyak peluang bagi lulusan UMM yang berminat mengajukan lamaran ke perusahaannya. “Ajukan saja lamaran kepada kami insyallah diterima,” ungkapnya meyakinkan. Perusahaan Wonokoyo diakuinya sebagai perusahaan perunggasan yang mampu memimpin pasar dengan kualitas terbaik di Indonesia.
            Dalam kuliahnya, Heri menyarankan penambahan muatan kurikulum perunggasan. Sebab, unggas merupakan kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang paling besar. Angkanya bisa mencapai 46,62% untuk permintaan boiler, yang mengalahkan konsumsi daging sapi sebesar 20,51%, babi 10,09%, dan 17, 4% untuk unggas lainnya.
            Dari fakta tersebut kemudian tercipta semboyan Wonokoyo, yaitu dengan ayam membangun bangsa.  Sehingga, selain fokus pada pengembangan perusahaan diperhatikan juga pengembangan SDM bagi karyawan yang menjadi strategi utama perusahaan. Selalu dilakukan pelatihan regular dan pembiayaan S2 bagi karyawan yang berprestasi. Sehingga nantinya manajemen farm dapat diolah secara professional untuk menghasilkan produk yang bermutu.
            Hingga saat ini Wonokoyo masih membuka berbagai lowongan pekerjaan. Antara lain pada posisi, staff teknis untuk bagian Bread Farm dan Commersial Farm untuk wilayah Jatim. Sedangkan pada Feedmeal dan Slaughter, juga membutuhkan karyawan baru yang bersedia menjadi tenaga QS/ lab di wilayah Jatim. Sementara itu Marketing F and D membuka lowongan untuk ditempatkan di seluruh Indonesia. (rwp/nas) http://www.umm.ac.id/id/umm-news-1791-sarjana-peternakan-jadi-rebutan-pasar-kerja.html

Univ. Muhammadiyah Malang

     Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A" dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih, UMM sering disebut sebagai kampus putih
     UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
     Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.
     Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.
    Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.
     Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.
Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.
Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.
    Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan . Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan. Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik). Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.
     Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri. Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan yang berkualitas.
    Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Muhammadiyah_Malang